George Foreman adalah seorang yang pernah menjadi juara dunia tinju kelas berat selama 2 kali. Pada usianya yang ke-45, ia menjadi seorang yang tertua yang meraih gelar dalam dunia tinju. Dalam bukunya "God in my corner" dia menulis: "Ketika saya naik ke atas ring, maka saya akan diperkenalkan sebagai sang juara bertahan. Sementara mereka memperkenalkan saya, dalam hati saya berkata, ya, dan sebagai juara kelas berat tinju dunia berikutnya. Bagaimana mungkin saya dapat memenangkan sebuah gelar ketika saya tidak percaya kalau saya bisa? Apabila anda memiliki impian yang besar, maka anda akan berusaha untuk mencapainya, anda harus percaya bahwa itu dapat terjadi dalam hidupmu sebelum anda melakukan sesuatu untuk mencapainya. Saya tidak mau jadi seorang yang sombong, saya hanya percaya bahwa Allah telah berjanji kepada saya bahwa saya akan mempertahankan gelar itu." (George Foreman, God In My Corner, Nashville: Thomas Nelson, 2007, p.135).
Saudara-saudara, banyak orang kristen yang membicarakan mengenai iman dan percaya. Ini sebenarnya adalah dasar mengapa kita beragama. Dalam menghadapi kehidupan kita hari demi hari, maka iman kita akan mengarahkan kemana kita melangkah, seberapa jauh kita akan bertumbuh dalam rohani bersama dengan Tuhan.
Dalam ayat renungan kita hari ini dikatakan "Kata Yesus:"Datanglah!" maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus." Mat.14:29.
Saudara-saudara, hari itu pastilah merupakan suatu hari yang melelahkan bagi Petrus, karena mungkin selama hidupnya sebagai seorang nelayan, dia belum pernah menghadapi gelombang danau yang besar seperti hari itu. Tetapi saya percaya juga bahwa hari itu merupakan suatu hari yang paling menggembirakan dalam hidup Petrus, karena mungkin sebelumnya dia tidak pernah bermimpi untuk menjadi manusia super yang sanggup berjalan di atas air.
Saudara-saudara, ketika kita mengaku mengenal Yesus, percaya Yesus, tapi kita tidak mencari pengalaman dengan Yesus, melangkah dalam kepercayaan penuh kepada Yesus, maka saya percaya, kehidupan kita hanya terbatas pada pengakuan kita saja, tapi kenyataan hidup ini sering membuat kita kecewa. Kita mengaku percaya Tuhan, tapi hidup kita tidaklah jauh berbeda dengan mereka yang tidak percaya Tuhan. Hampir setiap hari kita hidup dalam mengeluh, kita menghadapi masalah-masalah hidup dalam cara dan sudut pandang yang tidak berbeda dengan mereka yang tidak percaya. Padahal, sebagaimana Petrus, sebenarnya kita memiliki banyak kesempatan untuk mempraktekkan iman kita bersama Tuhan. Kita sebenarnya dapat berkata "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepadaMu berjalan di atas air." Allah sangat rindu menyaksikan bagaimana kita berani melangkah dalam iman, melakukan perkara-perkara luarbiasa bersama dengan Dia setiap hari.
Saudara-saudara, kita sering terpenjara dalam keraguan dan kebimbangan. Allah tidak pernah ragu ketika berfirman bagi kita. Firman-Nya jelas dalam kitab suci, memaparkan apa yang harus kita lakukan untuk membuktikan kasih kita kepada-Nya. Tidak ada yang kabur atau samar-samar. Apa yang harus kita lakukan sebenarnya hanyalah melangkah kepada tindakan untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Allah sekalipun itu tampaknya mustahil, semustahil berjalan di atas air. Ketika saudara mendapati mungkin hanya anda sendiri yang melakukannya, ketika mayoritas orang tidak melakukannya. Tetapi saudara harus tetap melangkah, jangan ragu untuk menuruti firman Tuhan, sambil menyerahkan segala akibatnya kepada Allah.
"Ketika Petrus memandang dengan iman bahwa ia sanggup berjalan di atas air, ia membuat komitmen untuk melangkahkan kedua kakinya keluar dari perahu. Ketidakpercayaan menahan kedua kakinya untuk tetap berada di dalam perahu. Keraguan membuat kaki yang satu keluar dari perahu, namun kaki yang lainnya masih tetap berada dalam perahu. Tetapi iman akan melangkahkan kedua kaki itu keluar dari perahu." (Kent Crockett, The 911 Handbook, Peabody, MA: Hendrickson Publishers, 2003, 71).
Saudara-saudara, dimanakah posisi anda sekarang? Tidak percaya? Berarti kedua kaki saudara masih berada dalam perahu. Ragu-ragu? Berarti satu kaki saudara ada di luar, namun satu kaki yang lain masih dalam perahu. Beriman? Yes, itu berarti bahwa kedua kaki anda telah melangkah keluar dari dalam perahu. Apakah anda tidak takut untuk mempercayakan berat badan anda ke dalam air? sesuatu yang mustahil bukan?
Saudara tidak perlu takut, selama firman Tuhan yang menjamin tindakanmu itu. Ketika saudara melangkah dalam iman, maka saudara akan mengalami sesuatu yang mustahil, sesuatu yang tidak dialami oleh orang lain, sesuatu yang merupakan pengalaman istimewa dalam hidupmu bersama Tuhan yang tidak akan dialami oleh orang lain. Badai yang tadinya membawa ketakutan akan berubah menjadi kesenangan sejati yang dapat anda nikmati. Engkau dapat berjalan dengan santainya di atas badai, karena pandanganmu ada pada Yesus. Air danau yang dingin dan gelap itu akan berubah menjadi aspal yang keras yang mampu menahan berat badan saudara. Ingatlah selalu bahwa ketika hidupmu mengalami kesempitan, maka itu adalah kesempatan bagi Allah. Menghadapi pergumulan hidup setiap hari sering membuat kita panik, tapi Allah di Sorga tidak. Masalah hidup di dunia ini bagaikan angin yang akan meniup untuk membuat Petrus yang sementara di atas air menjadi takut dan tenggelam, tapi saudara dapat belajar untuk tidak panik ketika tiupan angin itu menghantam engkau karena engkau telah berserah dalam iman. Bangsa Israel memiliki pengalaman yang menakutkan dengan adanya banyak raksasa di tanah Kanaan. Ini membuat semangat dan keberanian mereka lenyap, tapi sebenarnya mereka tidak menyadari bahwa Allah menaruh raksasa-raksasa di tanah perjanjian itu hanya untuk mengusir ketidakpercayaan dari dalam hati mereka. Ingatlah selalu bahwa anda ada di atas dunia ini karena mujizat Allah, maka biarkanlah engkau tetap hidup dalam mujizat-Nya. Setiap hari adalah mujizat pemberian Allah, setiap rezeki adalah mujizat-Nya, setiap nafas hidupmu adalah mujizat. Keluarga, istri, suami, anak-anakmu adalah mujizat-Nya. Anda tidak minta untuk dilahirkan, anda tidak minta untuk punya mata, telinga, kepala dan seluruh badan. Semua itu adalah perkara-perkara besar yang Tuhan sudah siapkan hanya bagi saudara, sehingga kalau semua perkara besar itu saja sanggup Allah siapkan, mengapa hanya menghadapi sedikit masalah dalam hidup telah membuat saudara stress, tidak percaya ataupun ragu-ragu? Yesus akan datang segera, dan Ia sedang mencari iman sejati dari mereka yang mengaku mengenal Dia. Buktikanlah hal itu dalam hidupmu setiap hari, buatlah komitmen sekarang dan saudara akan membuat Yesus tersenyum menyaksikan anda sementara belajar untuk berjalan di atas air, berjalan dalam mujizat-mujizat-Nya yang besar setiap hari...Amin.
Khotbah Pilihan
Kumpulan Khotbah saya (Pdt.Stedi Tuegeh,SAg)
Selamat Datang di Blog saya. Semoga saudara diberkati dengan perenungan Firman Tuhan yang saya bagikan disini.
Saudara dapat menghubungi saya di:
e-mail : stedi.tuegeh837@gmail.com
HP : 085298985031
Saudara juga dapat membantu pelayanan ini dengan mengirimkan dana sukarela anda di:
Bank BRI Unit Wenang Manado
Nama : Stedi Tuegeh
No.Rek : 5177-01-004462-53-7
Terima kasih, Tuhan memberkati
Jumat, 19 Agustus 2011
"Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
Mat.14:27 "Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka:"Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
Saudara-saudara, kita sedang hidup dalam dunia yang dipenuhi oleh ketakutan, kecemasan dan ketidakpastian. Dimana-mana kita dapat menemukan orang-orang yang sedang dihantui oleh ketakutan. Ada yang takut penyakitnya tidak kunjung sembuh, ada yang takut bangkrut, ada yang takut tinggi, takut menghadapi hidup, takut dengan berita-berita bencana, bahkan ada yang takut tanpa sebab.
Ada orang yang setiap hari cemas, entah apa yang dicemaskan. Orang kaya cemas dengan hartanya, orang miskin cemas dengan masa depannya, banyak uang cemas, tidak ada uang apalagi...apapun kondisi saudara sekarang, mari kita renungkan firman Tuhan bagi kita.
Murid-murid sedang dalam perahu yang digoncangkan oleh gelombang. pernahkah saudara mengalaminya, atau mungkinkah saudara sedang mengalaminya sekarang? apakah rumah tanggamu sedang dihantam oleh badai dan hampir karam dalam perceraian? Apakah usaha dan bisnismu hampir tenggelam? Perhatikan bahwa pada awalnya, pelayaran dari murid-murid Yesus itu aman-aman saja...perhatikan bahwa ketika pelayaran aman, mereka tidak mengingat apa-apa tentang Yesus, bukan? Lagipula, mereka kan ahli di laut? Nelayan teladan dan berpengalaman? Pelajaran indah yang kita tarik disini adalah, mengapa rumah tangga saudara dalam badai? Mengapa bisnis dan usahamu hampir tenggelam? Saudara mungkin terlalu larut dalam mengandalkan kehebatanmu, mengandalkan keahlianmu, mengandalkan pendidikanmu, mengandalkan pengalamanmu untuk mengatur semuanya...saudara mungkin telah melupakan Yesus...saudara mungkin telah lupa baca Alkitab dan berdoa...saudara kurang perhatian dalam kumpulan-kumpulan perbaktian.
Bangsa Israel pernah memiliki pengalaman yang sangat penting untuk kita renungkan. Dalam Yosua pasal 7, diceritakan bagaimana mereka menganggap bahwa kota Ai itu kecil dan tidak perlu menyusahkan bangsa itu, cukup 3000 orang saja yang pergi untuk menggempur kota itu (Ayat 3,4). Mereka pasti berpikir bahwa sedangkan kota Yerikho yang besar saja sanggup mereka kalahkan, apalagi hanya kota kecil yang tidak terkenal itu. Mereka lupa bahwa ketika mengalahkan Yerikho, sebenarnya mereka tidak berbuat apa-apa. Kemenangan mereka hanya bersumber pada ketaatan kepada Allah, sehingga ketika Akhan tidak taat, maka kekalahan telah menunggu di depan.
Saudaraku, Setan sedang tersenyum ketika menyaksikan bagaimana anda membanggakan kehebatan dirimu. Setan menari-nari menyaksikan ketika saudara membanggakan prestasi dan pencapaianmu. Setan sangat gembira menikmati saat ketika saudara merampas kemuliaan Allah untuk memuliakan dirimu sendiri. Dia berpikir bahwa dia berhasil menanamkan tabiatnya sendiri di dalam dirimu, sebagai ganti dari tabiat Yesus yang seharusnya ada padamu. Kita sering menjadi buta rohani, setelah kita berhasil melakukan perkara besar bersama Tuhan. Ketika Allah bersama saudara, maka masalah sebesar Yerikho akan jadi kecil dihadapanmu, tetapi ketika engkau mengandalkan dirimu sendiri, maka masalah sekecil Ai akan menjadi Yerikho bagimu. Ketika Allah bersamamu, maka masalah sebesar apapun akan jadi kecil, tapi ketika Allah tidak bersama dengan saudara, maka masalah kecil akan terlihat lebih besar daripada Allah dalam pandanganmu. Engkau tidak akan mampu melihat campur tangan Allah dalam hidupmu. Badai itu akan menghalangi pandanganmu sebagaimana pandangan para murid, sehingga mereka merasa asing dengan kehadiran Yesus. Malam itu Yesus datang kepada mereka, tapi mereka hanya mengganggap Dia sebagai hantu. Tuhan dianggap Setan. Ketika saudara jauh dari Tuhan, akan sulit bagimu mengenali Yesus itu. Engkau akan sangat ketakutan menghadapi pergumulanmu karena engkau memandang pada diri sendiri. Engkau lupa kepada Dia yang berjanji "Aku akan menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Mat.28:20b.
Saudaraku, Yesus sedang berkata kepadamu, "Tenanglah, Aku ini, jangan takut." Yesus sedang menyatakan sesuatu yang sangat penting bagi saudara, yakni bahwa jalan keluar untuk semua masalahmu ada pada-Nya. Datanglah kepada-Nya, bawa segala pergumulan dan bebanmu, rajinlah baca Alkitab dan berdoa, rajinlah beribadah, tapi saudara sedang berusaha mencari ketenangan di luar Yesus. Ada yang pergi ke Mall untuk dapat kedamaian dan kesenangan, menghabiskan waktu dengan bersenang-senang, dengan harapan dapat damai sejati. Ada yang lari ke klub malam untuk cari hiburan. Ada yang menonton TV untuk melupakan persoalan hidupnya. Ada yang curhat kepada wanita atau pria yang bukan istri atau suaminya sehingga menghasilkan perselingkuhan. Manusia meraba-raba untuk mencari ketenangan dari badai hidupnya.
Anak yang hilang dalam perumpamaan Lukas pasal 15 berusaha mencari ketenangan di kandang babi. Ada orang yang merasa nyaman hidup berkubang dalam kandang babi. Tenang-tenang saja walau hidup kumpul kebo. Tenang-tenang saja walau tiap hari berjudi. Santai-santai saja walau hidup dalam perselingkuhan. Aman-aman saja, walau hidup dengan penipuan, dusta, dan segala macam merek dosa. Anak yang hilang itu berusaha mendapatkan kepuasan dari makanan babi. Kalau dia lebih lama tinggal disitu, maka dia tidak akan berbeda lagi dengan babi. Pakaiannya, penampilannya, gaya hidupnya, cara pandangnya, akan tidak jauh berbeda dari babi. Babi itu binatang, babi itu tidak berakal, babi itu haram menurut Alkitab (Im.11, Ul.14, Yes.66:17). Banyak orang yang tidak menyadari bahwa sekarang mereka hanya hidup dalam kandang babi. Tidak ada ingatan lagi tentang rumah Bapa. Banyak orang hidup sekarang, tidak ingat masuk gereja lagi. Hari demi hari dihabiskan hanya untuk bisnis, jadilah dia orang kristen KTP (Kristen Tanpa Pengharapan). Bersyukur karena anak yang hilang itu akhirnya teringat akan rumah Bapanya, karena memang hidupnya sudah sangat sukar. Banyak orang yang nanti sadar butuh Tuhan, pas hidupnya sudah payah, diapun rela menyerahkan hidupnya ketika tampaknya tidak ada lagi yang bisa Tuhan gunakan dari dia. Kita bersyukur karena Bapa itu tetap menunggu anakNya untuk pulang. Kita tidak perlu takut untuk bertobat dan datang sungguh-sungguh kepada Tuhan, karena Dia tetap berkata,"Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Oh betapa baiknya Tuhan itu, yang tidak memandang masa lalu saudara...yang selalu rindu memberikan kelepasan dari setiap masalah hidup yang menimpa saudara...Dia adalah Bapa yang tahu bahwa kita selalu dihantui oleh ketakutan dalam hidup ini...karena itu saudaraku, pandanglah Yesus di dalam setiap masalahmu...Lihatlah bahwa Dia ada di tengah badai kehidupanmu, Dialah satu-satunya yang dapat meredakan badai dan gelombang dalam hatimu. Amin.
Saudara-saudara, kita sedang hidup dalam dunia yang dipenuhi oleh ketakutan, kecemasan dan ketidakpastian. Dimana-mana kita dapat menemukan orang-orang yang sedang dihantui oleh ketakutan. Ada yang takut penyakitnya tidak kunjung sembuh, ada yang takut bangkrut, ada yang takut tinggi, takut menghadapi hidup, takut dengan berita-berita bencana, bahkan ada yang takut tanpa sebab.
Ada orang yang setiap hari cemas, entah apa yang dicemaskan. Orang kaya cemas dengan hartanya, orang miskin cemas dengan masa depannya, banyak uang cemas, tidak ada uang apalagi...apapun kondisi saudara sekarang, mari kita renungkan firman Tuhan bagi kita.
Murid-murid sedang dalam perahu yang digoncangkan oleh gelombang. pernahkah saudara mengalaminya, atau mungkinkah saudara sedang mengalaminya sekarang? apakah rumah tanggamu sedang dihantam oleh badai dan hampir karam dalam perceraian? Apakah usaha dan bisnismu hampir tenggelam? Perhatikan bahwa pada awalnya, pelayaran dari murid-murid Yesus itu aman-aman saja...perhatikan bahwa ketika pelayaran aman, mereka tidak mengingat apa-apa tentang Yesus, bukan? Lagipula, mereka kan ahli di laut? Nelayan teladan dan berpengalaman? Pelajaran indah yang kita tarik disini adalah, mengapa rumah tangga saudara dalam badai? Mengapa bisnis dan usahamu hampir tenggelam? Saudara mungkin terlalu larut dalam mengandalkan kehebatanmu, mengandalkan keahlianmu, mengandalkan pendidikanmu, mengandalkan pengalamanmu untuk mengatur semuanya...saudara mungkin telah melupakan Yesus...saudara mungkin telah lupa baca Alkitab dan berdoa...saudara kurang perhatian dalam kumpulan-kumpulan perbaktian.
Bangsa Israel pernah memiliki pengalaman yang sangat penting untuk kita renungkan. Dalam Yosua pasal 7, diceritakan bagaimana mereka menganggap bahwa kota Ai itu kecil dan tidak perlu menyusahkan bangsa itu, cukup 3000 orang saja yang pergi untuk menggempur kota itu (Ayat 3,4). Mereka pasti berpikir bahwa sedangkan kota Yerikho yang besar saja sanggup mereka kalahkan, apalagi hanya kota kecil yang tidak terkenal itu. Mereka lupa bahwa ketika mengalahkan Yerikho, sebenarnya mereka tidak berbuat apa-apa. Kemenangan mereka hanya bersumber pada ketaatan kepada Allah, sehingga ketika Akhan tidak taat, maka kekalahan telah menunggu di depan.
Saudaraku, Setan sedang tersenyum ketika menyaksikan bagaimana anda membanggakan kehebatan dirimu. Setan menari-nari menyaksikan ketika saudara membanggakan prestasi dan pencapaianmu. Setan sangat gembira menikmati saat ketika saudara merampas kemuliaan Allah untuk memuliakan dirimu sendiri. Dia berpikir bahwa dia berhasil menanamkan tabiatnya sendiri di dalam dirimu, sebagai ganti dari tabiat Yesus yang seharusnya ada padamu. Kita sering menjadi buta rohani, setelah kita berhasil melakukan perkara besar bersama Tuhan. Ketika Allah bersama saudara, maka masalah sebesar Yerikho akan jadi kecil dihadapanmu, tetapi ketika engkau mengandalkan dirimu sendiri, maka masalah sekecil Ai akan menjadi Yerikho bagimu. Ketika Allah bersamamu, maka masalah sebesar apapun akan jadi kecil, tapi ketika Allah tidak bersama dengan saudara, maka masalah kecil akan terlihat lebih besar daripada Allah dalam pandanganmu. Engkau tidak akan mampu melihat campur tangan Allah dalam hidupmu. Badai itu akan menghalangi pandanganmu sebagaimana pandangan para murid, sehingga mereka merasa asing dengan kehadiran Yesus. Malam itu Yesus datang kepada mereka, tapi mereka hanya mengganggap Dia sebagai hantu. Tuhan dianggap Setan. Ketika saudara jauh dari Tuhan, akan sulit bagimu mengenali Yesus itu. Engkau akan sangat ketakutan menghadapi pergumulanmu karena engkau memandang pada diri sendiri. Engkau lupa kepada Dia yang berjanji "Aku akan menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Mat.28:20b.
Saudaraku, Yesus sedang berkata kepadamu, "Tenanglah, Aku ini, jangan takut." Yesus sedang menyatakan sesuatu yang sangat penting bagi saudara, yakni bahwa jalan keluar untuk semua masalahmu ada pada-Nya. Datanglah kepada-Nya, bawa segala pergumulan dan bebanmu, rajinlah baca Alkitab dan berdoa, rajinlah beribadah, tapi saudara sedang berusaha mencari ketenangan di luar Yesus. Ada yang pergi ke Mall untuk dapat kedamaian dan kesenangan, menghabiskan waktu dengan bersenang-senang, dengan harapan dapat damai sejati. Ada yang lari ke klub malam untuk cari hiburan. Ada yang menonton TV untuk melupakan persoalan hidupnya. Ada yang curhat kepada wanita atau pria yang bukan istri atau suaminya sehingga menghasilkan perselingkuhan. Manusia meraba-raba untuk mencari ketenangan dari badai hidupnya.
Anak yang hilang dalam perumpamaan Lukas pasal 15 berusaha mencari ketenangan di kandang babi. Ada orang yang merasa nyaman hidup berkubang dalam kandang babi. Tenang-tenang saja walau hidup kumpul kebo. Tenang-tenang saja walau tiap hari berjudi. Santai-santai saja walau hidup dalam perselingkuhan. Aman-aman saja, walau hidup dengan penipuan, dusta, dan segala macam merek dosa. Anak yang hilang itu berusaha mendapatkan kepuasan dari makanan babi. Kalau dia lebih lama tinggal disitu, maka dia tidak akan berbeda lagi dengan babi. Pakaiannya, penampilannya, gaya hidupnya, cara pandangnya, akan tidak jauh berbeda dari babi. Babi itu binatang, babi itu tidak berakal, babi itu haram menurut Alkitab (Im.11, Ul.14, Yes.66:17). Banyak orang yang tidak menyadari bahwa sekarang mereka hanya hidup dalam kandang babi. Tidak ada ingatan lagi tentang rumah Bapa. Banyak orang hidup sekarang, tidak ingat masuk gereja lagi. Hari demi hari dihabiskan hanya untuk bisnis, jadilah dia orang kristen KTP (Kristen Tanpa Pengharapan). Bersyukur karena anak yang hilang itu akhirnya teringat akan rumah Bapanya, karena memang hidupnya sudah sangat sukar. Banyak orang yang nanti sadar butuh Tuhan, pas hidupnya sudah payah, diapun rela menyerahkan hidupnya ketika tampaknya tidak ada lagi yang bisa Tuhan gunakan dari dia. Kita bersyukur karena Bapa itu tetap menunggu anakNya untuk pulang. Kita tidak perlu takut untuk bertobat dan datang sungguh-sungguh kepada Tuhan, karena Dia tetap berkata,"Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Oh betapa baiknya Tuhan itu, yang tidak memandang masa lalu saudara...yang selalu rindu memberikan kelepasan dari setiap masalah hidup yang menimpa saudara...Dia adalah Bapa yang tahu bahwa kita selalu dihantui oleh ketakutan dalam hidup ini...karena itu saudaraku, pandanglah Yesus di dalam setiap masalahmu...Lihatlah bahwa Dia ada di tengah badai kehidupanmu, Dialah satu-satunya yang dapat meredakan badai dan gelombang dalam hatimu. Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)