Mat.14:27 "Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka:"Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
Saudara-saudara, kita sedang hidup dalam dunia yang dipenuhi oleh ketakutan, kecemasan dan ketidakpastian. Dimana-mana kita dapat menemukan orang-orang yang sedang dihantui oleh ketakutan. Ada yang takut penyakitnya tidak kunjung sembuh, ada yang takut bangkrut, ada yang takut tinggi, takut menghadapi hidup, takut dengan berita-berita bencana, bahkan ada yang takut tanpa sebab.
Ada orang yang setiap hari cemas, entah apa yang dicemaskan. Orang kaya cemas dengan hartanya, orang miskin cemas dengan masa depannya, banyak uang cemas, tidak ada uang apalagi...apapun kondisi saudara sekarang, mari kita renungkan firman Tuhan bagi kita.
Murid-murid sedang dalam perahu yang digoncangkan oleh gelombang. pernahkah saudara mengalaminya, atau mungkinkah saudara sedang mengalaminya sekarang? apakah rumah tanggamu sedang dihantam oleh badai dan hampir karam dalam perceraian? Apakah usaha dan bisnismu hampir tenggelam? Perhatikan bahwa pada awalnya, pelayaran dari murid-murid Yesus itu aman-aman saja...perhatikan bahwa ketika pelayaran aman, mereka tidak mengingat apa-apa tentang Yesus, bukan? Lagipula, mereka kan ahli di laut? Nelayan teladan dan berpengalaman? Pelajaran indah yang kita tarik disini adalah, mengapa rumah tangga saudara dalam badai? Mengapa bisnis dan usahamu hampir tenggelam? Saudara mungkin terlalu larut dalam mengandalkan kehebatanmu, mengandalkan keahlianmu, mengandalkan pendidikanmu, mengandalkan pengalamanmu untuk mengatur semuanya...saudara mungkin telah melupakan Yesus...saudara mungkin telah lupa baca Alkitab dan berdoa...saudara kurang perhatian dalam kumpulan-kumpulan perbaktian.
Bangsa Israel pernah memiliki pengalaman yang sangat penting untuk kita renungkan. Dalam Yosua pasal 7, diceritakan bagaimana mereka menganggap bahwa kota Ai itu kecil dan tidak perlu menyusahkan bangsa itu, cukup 3000 orang saja yang pergi untuk menggempur kota itu (Ayat 3,4). Mereka pasti berpikir bahwa sedangkan kota Yerikho yang besar saja sanggup mereka kalahkan, apalagi hanya kota kecil yang tidak terkenal itu. Mereka lupa bahwa ketika mengalahkan Yerikho, sebenarnya mereka tidak berbuat apa-apa. Kemenangan mereka hanya bersumber pada ketaatan kepada Allah, sehingga ketika Akhan tidak taat, maka kekalahan telah menunggu di depan.
Saudaraku, Setan sedang tersenyum ketika menyaksikan bagaimana anda membanggakan kehebatan dirimu. Setan menari-nari menyaksikan ketika saudara membanggakan prestasi dan pencapaianmu. Setan sangat gembira menikmati saat ketika saudara merampas kemuliaan Allah untuk memuliakan dirimu sendiri. Dia berpikir bahwa dia berhasil menanamkan tabiatnya sendiri di dalam dirimu, sebagai ganti dari tabiat Yesus yang seharusnya ada padamu. Kita sering menjadi buta rohani, setelah kita berhasil melakukan perkara besar bersama Tuhan. Ketika Allah bersama saudara, maka masalah sebesar Yerikho akan jadi kecil dihadapanmu, tetapi ketika engkau mengandalkan dirimu sendiri, maka masalah sekecil Ai akan menjadi Yerikho bagimu. Ketika Allah bersamamu, maka masalah sebesar apapun akan jadi kecil, tapi ketika Allah tidak bersama dengan saudara, maka masalah kecil akan terlihat lebih besar daripada Allah dalam pandanganmu. Engkau tidak akan mampu melihat campur tangan Allah dalam hidupmu. Badai itu akan menghalangi pandanganmu sebagaimana pandangan para murid, sehingga mereka merasa asing dengan kehadiran Yesus. Malam itu Yesus datang kepada mereka, tapi mereka hanya mengganggap Dia sebagai hantu. Tuhan dianggap Setan. Ketika saudara jauh dari Tuhan, akan sulit bagimu mengenali Yesus itu. Engkau akan sangat ketakutan menghadapi pergumulanmu karena engkau memandang pada diri sendiri. Engkau lupa kepada Dia yang berjanji "Aku akan menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Mat.28:20b.
Saudaraku, Yesus sedang berkata kepadamu, "Tenanglah, Aku ini, jangan takut." Yesus sedang menyatakan sesuatu yang sangat penting bagi saudara, yakni bahwa jalan keluar untuk semua masalahmu ada pada-Nya. Datanglah kepada-Nya, bawa segala pergumulan dan bebanmu, rajinlah baca Alkitab dan berdoa, rajinlah beribadah, tapi saudara sedang berusaha mencari ketenangan di luar Yesus. Ada yang pergi ke Mall untuk dapat kedamaian dan kesenangan, menghabiskan waktu dengan bersenang-senang, dengan harapan dapat damai sejati. Ada yang lari ke klub malam untuk cari hiburan. Ada yang menonton TV untuk melupakan persoalan hidupnya. Ada yang curhat kepada wanita atau pria yang bukan istri atau suaminya sehingga menghasilkan perselingkuhan. Manusia meraba-raba untuk mencari ketenangan dari badai hidupnya.
Anak yang hilang dalam perumpamaan Lukas pasal 15 berusaha mencari ketenangan di kandang babi. Ada orang yang merasa nyaman hidup berkubang dalam kandang babi. Tenang-tenang saja walau hidup kumpul kebo. Tenang-tenang saja walau tiap hari berjudi. Santai-santai saja walau hidup dalam perselingkuhan. Aman-aman saja, walau hidup dengan penipuan, dusta, dan segala macam merek dosa. Anak yang hilang itu berusaha mendapatkan kepuasan dari makanan babi. Kalau dia lebih lama tinggal disitu, maka dia tidak akan berbeda lagi dengan babi. Pakaiannya, penampilannya, gaya hidupnya, cara pandangnya, akan tidak jauh berbeda dari babi. Babi itu binatang, babi itu tidak berakal, babi itu haram menurut Alkitab (Im.11, Ul.14, Yes.66:17). Banyak orang yang tidak menyadari bahwa sekarang mereka hanya hidup dalam kandang babi. Tidak ada ingatan lagi tentang rumah Bapa. Banyak orang hidup sekarang, tidak ingat masuk gereja lagi. Hari demi hari dihabiskan hanya untuk bisnis, jadilah dia orang kristen KTP (Kristen Tanpa Pengharapan). Bersyukur karena anak yang hilang itu akhirnya teringat akan rumah Bapanya, karena memang hidupnya sudah sangat sukar. Banyak orang yang nanti sadar butuh Tuhan, pas hidupnya sudah payah, diapun rela menyerahkan hidupnya ketika tampaknya tidak ada lagi yang bisa Tuhan gunakan dari dia. Kita bersyukur karena Bapa itu tetap menunggu anakNya untuk pulang. Kita tidak perlu takut untuk bertobat dan datang sungguh-sungguh kepada Tuhan, karena Dia tetap berkata,"Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Oh betapa baiknya Tuhan itu, yang tidak memandang masa lalu saudara...yang selalu rindu memberikan kelepasan dari setiap masalah hidup yang menimpa saudara...Dia adalah Bapa yang tahu bahwa kita selalu dihantui oleh ketakutan dalam hidup ini...karena itu saudaraku, pandanglah Yesus di dalam setiap masalahmu...Lihatlah bahwa Dia ada di tengah badai kehidupanmu, Dialah satu-satunya yang dapat meredakan badai dan gelombang dalam hatimu. Amin.
Amin Pastor, khotbah yang menyegarkan dan menguatkan, thanks.
BalasHapus